Categories:

Tips Berbelanja Saat Pandemi

Penyebaran virus corona telah menjadi pandemi global karena menjangkiti hampir semua negara di dunia. Virus yang ditemukan kasusnya pertama kali di Wuhan, Cina ini berbahaya karena bisa menyebabkan kematian. Proses penularan virus yang begitu mudah melalui droplet atau tetes air liur saat orang yang terjangkit virus corona ini batuk atau bersin. Tak heran jika virus ini begitu cepat menyebar dan menginvasi berbagai negara di dunia.

Harus diakui bahwa merebaknya virus corona membawa perubahan besar di setiap sendi kehidupan, terutama ekonomi dan ketahanan pangan. Orang-orang berusaha untuk menyelamatkan diri dan keluarganya dengan membeli segala sesuatu yang diperlukan sebagai pelindung diri. Mulai dari masker, hand sanitizer, alkohol, tissue toilet, rempah-rempah untuk menunjang stamina tubuh, hingga bahan makanan. Celakanya, semua orang membutuhkan barang-barang yang sama. Hal ini menimbulkan panic buying, yang menyebabkan barang-barang di rak-rak supermarket cepat ludes.

Berikut tips berbelanja selama pandemi.

1. Membeli hanya yang dibutuhkan

Kondisi yang penuh dengan ketidakpastian seperti sekarang ini memang berpotensi menimbulkan panic buying. Banyak orang saling berebut membeli bahan makanan sebagai persediaan. Namun percayalah, hal itu tidak akan membantu memperbaiki keadaan, yang terjadi justru mengakibatkan kelangkaan barang, ketimpangan daya beli, bahkan bisa jadi memicu kerusuhan karena saling berebut.

Untuk menghindari penimbunan dan pembelian berlebih, supermarket dan toko-toko grosir umumnya membatasi jumlah pembelian item barang. Selain itu, hal ini pun dimaksudkan agar barang dapat terdistribusi secara lebih merata.

Tak perlu melakukan panic buying, beli saja bahan makanan yang dibutuhkan dalam jumlah yang cukup. Dengan begitu, Anda bisa lebih berhemat sehingga uang yang ada bisa digunakan untuk keperluan lainnya. Tak hanya itu, membeli bahan makanan hanya yang dibutuhkan saja juga akan mempersingkat waktu belanja. Waktu dan perhatian Anda tidak tersita untuk mencari barang-barang lain yang sebenarnya tidak Anda butuhkan.

2. Bersihkan kereta belanja atau kenakan sarung tangan

Supermarket atau toko-toko grosir merupakan ruang publik sehingga banyak orang yang mengakses tempat-tempat tersebut. Artinya, peralatan belanja seperti kereta belanja pun telah digunakan dan disentuh oleh banyak orang. Anda tidak tahu pengguna kereta belanja sebelumnya orang yang sehat atau pembawa virus bahkan sudah terinfeksi. Untuk itu, sebelum Anda menggunakan kereta atau keranjang belanja, bersihkan dulu terutama pada handle yang jelas tersentuh tangan. Anda bisa membersihkannya dengan tisu desinfektan atau menyemprotnya dengan hand sanitizer.

Anda bisa juga melindungi diri dari ‘serangan’ virus corona dengan menggunakan sarung tangan ketika berbelanja di supermarket atau toko lainnya. Namun pastikan Anda tidak menyentuh wajah ketika menggunakan sarung tangan. Pastikan pula bahwa sarung tangan yang digunakan adalah berbahan lateks yang hanya sekali pakai, sehingga bisa langsung dibuang ketika Anda selesai berbelanja.

3. Jangan mengajak anak berbelanja

Tinggalkan anak Anda ketika berbelanja. Anak-anak cenderung lebih rentan terkena serangan virus dibandingkan orang dewasa. Keluar rumah untuk membeli kebutuhan pokok akan lebih aman dilakukan sendiri. Selain itu, berbelanja sendiri juga membantu membatasi jumlah orang yang masuk ke supermarket sehingga akan memudahkan dalam menjaga jarak fisik dan sosial.

Namun apabila Anda terpaksa membawa anak karena tidak ada orang dewasa yang menjaganya di rumah, maka pastikan mereka tidak menyentuh apa pun selama Anda berbelanja. Selain itu, pastikan pula bahwa Anda menjaganya untuk tetap berjarak dari pengunjung lainnya.

4. Ambillah barang dari belakang

Barang-barang yang di-display di bagian depan umumnya telah banyak disentuh oleh konsumen atau pengunjung supermarket lainnya. Untuk meminimalir kontak, maka ambillah barang yang tersusun paling belakang. Sebab, biasanya barang yang terletak di urutan belakang tidak banyak disentuh konsumen.

5. Gunakan metode pembayaran non-tunai

Sebisa mungkin gunakan metode pembayaran non-tunai untuk membayar barang-barang belanjaan Anda, bisa kartu debit atau kredit. Metode pembayaran ini mencegah Anda agar tidak terlalu sering memegang uang secara fisik yang telah beralih dari dan ke banyak tangan. Jika memungkinkan, Anda bisa menggunakan sistem QR dengan scanning barcode jika supermarket yang Anda kunjungi menyediakannya.

tips berbelanja saat pandemi

tips berbelanja saat pandemi

Artikel ini telah tayang pada aci-agro.id dengan judul “Tips Berbelanja Saat Pandemi” dengan permalink : https://aci-agro.id/blog/tips-berbelanja-saat-pandemi/